20 Jun 2012

PMP Perlu-Kah?

Project Management Profesional atau PMP adalah semacam gelar kebanggaan bagi seorang praktisi manajemen proyek. Institusi resmi yang mengeluarkan sertifikat PMP adalah The Project Management Institute. Mendapatkan PMP bukanlah hal yang muda karena ada beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh seseorang yang mau lolos ujian sebut saja standar pendidikan tertentu, pengalaman dan persyaratan minimum. Tentu output yang diharapkan dari seseorang yang sudah mendapatkan sertifikat PMP adalah "menjadi seorang Manager Proyek yang handal dalam mengelola proyek". 
Sepengetahuan saya, jarang seseorang langsung lolos pada tahap pertama ujian PMP alias banyak yang mencobanya sampai dengan beberapa kali. Tanpa pelatihan yang tepat dan menyelesaikan kursus manajemen proyek yang diperlukan sangatlah sulit untuk lulus ujian sertifikasi PMP. Banyak penyedia layanan pelatihan yang membantu para manajer proyek untuk mendapatkan sertifikasi PMP tetapi hati-hati tidak semua yang resmi dari PMI.
Mendapatkan informasi seputar PMP sangatlah muda, tinggal "searching di google dengan kata kunci PMP" maka si mbah google akan menampilkan banyak informasi. Seiring dengan semakin majunya teknologi, media untuk mempersiapkan test PMP sangatlah muda, banyak jasa online yang menawarkan beragam cara belajar persiapan PMP. Ada yang berbayar dan banyak juga yang gratis alias tidak usah bayar.
Beberapa kali saya mendapat postingan lowongan Posisi Project Manager dengan mengharuskan kandidat sudah PMP. Saya termasuk orang yang berharap bisa lolos sertifikasi PMP. Bagi saya PMP membawa aura tersendiri ketika kita dihadapkan dengan komunitas praktisi manajemen proyek, tetapi saat ini bukan hal yang mudah untuk mencobanya selain membutuhkan keseriusan tentu membutuhkan biaya yang lumayan mahal. Kalau tidak salah saat ini biaya untuk sertifikasi saja +/- US$ 555 belum lagi biaya untuk persiapan atau hal-hal lain "so..bukan biaya yang murah kan?" belum lagi kalau kita tidak benar-benar siap alias gagal, ehm..kebayangkan berapa dolar lagi yang harus kita siapkan.
---
Mengingat banyak hal yang harus disiapkan mendapatkan PMP, maka secara otomatis akan timbul beberapa pertanyaan...
- seberapa pentingkah PMP? 
- kalau sudah PMP akankah lebih mudah menggapai posisi Manager Proyek?
- kalau sudah PMP apakah otomatis rate gaji akan naik?
- kalau sudah PMP apakah sudah jaminan kualitasnya pasti lebih baik dari manager yang bukan PMP?
- apa sisi positif lainnya?

Berinvestasi duit, tenaga dan waktu tentu berharap jauh lebih baik dari yang bukan sama sekali. Sejauh ini saya belum menemukan "seorang PMP" jauh lebih dari yang lain baik dari sisi kualitas maupun keuntungan yang didapat, tetapi saya bukan orang yang tidak setuju dengan berbagai investasi untuk mendapatkan sertifikasi PMP, karena sampai saat inipun saya masih berharap bisa mendapatkan. Tergantung dari pribadi masing-masing seberapa penting sertifikasi PMP itu dan perhatikanlah beberapa trik orang-oarang yang sudah sukses test PMP di bawah ini :
- Pastikan kalau anda benar-benar paham apa itu PMP dan keuntungannya apa
- Kalau harus mengikuti kursus sebelum ujian, pastikan lembaga penyedia jasa tersebut sudah terkenal dan merupakan representative yang sudah dipercaya, karena saat ini banyak media/jasa yang mengclaim dirinya sudah sertifikasi padahal seyogianya belum sama sekali
- Banyak-banyak belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah pernah menjalani testnya
- Perbanyak latihan soal-soal yang mengacu kepada PMBOK
- Jangan bosan-bosan membaca buku PMBOK
- Lakukan persiapan sebagus mungkin, mulai dari search informasi, registrasi dan konfirmasi
- Yang paling penting adalah, pertajamlah TOEFL anda karena semua bahan test masih menggunakan bahasa inggris *kalau yg ini saya berharap suatu saat ada kemajuan, test PMP dengan bahasa pengantar bahasa indonesia*
Kalau semua sudah OK maka siap-siaplah bertarung demi gelar "PMP" dan yang paling perlu setelah medapatkan PMP berharaplah itu akan membawa perubahan yang positif dalam karir.

-Jakarta, 20 Mei 2012-

14 Jun 2012

bahasa bayi

Buat saya setiap anak bayi pasti lucu, ada saja tingkah laku mereka yang membuat kita terkagum-kagum, sekalipun mereka belum bisa berbicara dengan fasih tetapi bahasa tubuh mereka lebih dari cukup untuk mengungkapkan sesuatu. Saya salah satu orang yang selalu terhibur dengan kehadiran anak kecil walau terkadang menyebalkan mendengar lengkingan suara mereka tetapi bagi saya itu salah satu ciri khas seorang anak bayi mengekspresikan kemauannya, bahkan dengan melihat koleksi foto anaknya teman saja saya langsung terbayang kelucuan sianak. Sebut saja kayak si-ale, anaknya teman. Kami berteman akrab dengan orang tuanya bahkan serasa udah seperti keluarga tetapi sampai saat ini saya belum pernah bertemu langsung dengan si bujang "begitulah ibunya memanggil ale". Koleksi foto-foto ale di fb cukup membuat saya ngakak membayangkan betapa lucunya dia, gaya foto-fotonya yang sadar kamera, fotonya dengan kaca mata hitam, foto dengan wajah dicoret-coret sama seperti coretan di dinding dan banyak lagi fotonya yang seringkali mendapat komen lucu-lucu dari setiap penggemarnya, dan gue yakin ortunya pasti lebih ngakak tiap lihat gaya si-ale

Rabu "tigabelas-juli-dua ribu dua belas" Jam sebelas-malam tibatiba anak saya si-iel kebangun. Entah karena demam piala euro 2012 atau mau belajar begadang, yang pasti ini akan menjadi PR gue ditengah malam mengawal setiap gerak-geriknya. Umur 14 bulan adalah saat-saat iel mulai berjalan, otomatis setiap langkahnya harus dikawal. Salah-salah melangkah atau jatuh maka tersangka pertama yang akan diadili sekeluarga adalah "saya". 
Walau terkantuk-kantuk terlelah, saya selalu waspada mengawasi setiap gerak-geriknya. Walau terkantuk-kantuk tetapi saya terkagum-kagum dengan yang iel lakukan tapi saya hanya sempat mengabadikan moment indah itu untuk satu kegiatan, terus terang saya tidak tahu siapa yang dia contoh, dia minta diambilkan bedak diatas lemarinya, selanjutnya dia menghampiri kursi yang ada dikamar dan eng..ing..eng..tiba tiba dia menumpahkan bedak dikursi selanjutnya ditaruh diwajahnya sehingga jadilah foto ajaib di bawah ini. Sepertinya dia nyontoh si mamah alias ART yang khusus jaga iel. memang kebiasaan si mamah selalu ngasih bedak setiap iel selesai mandi, walau udah sering saya larang supaya tidak udah mem-bedak-i wajah iel tapi tetep saja #yo wis lah..sing penting anak gue seneng dan nyaman sama si mamah#
belajar-memakai-bedak

Capek dia mempermainkan bedak diwajahnya, tiba-tiba dia minta diambilkan sapu lidi, mata saya makin waspada mengikuti gerakannya. ow..ow saya takjub hampir tak percaya karena ternyata dia membawa sapu lidinya kekasur dan mengibas-ngibas kasurnya. Kalau yang ini pasti nyontoh ibunya atau si mbak kalau beresin kasur.

Bosan dengan sapu lidi, dia minta diambilkan cream kulit yang dia lihat and then..mata saya takjub ketika dia berusaha membuka cream kulitnya, menekan-nekan sambil triak-triak gak jelas. Begitu creamnya keluar secara perlahan dia oleskan kebelakang telinga dan kepalanya #nah kalau yang ini jelas-jelas nyontoh ibunya, yang setia ngolesi cream kulit setiap iel iritasi alias keringat buntet#

Bosan dengan semua yang sudah dia sentuh, iel pun rebahan dikasur, dengan wajah serius melototin TV, sambil menggerak-gerakkan kakinya seperti sedang main bola. #nah kalau yang ini memang iel demen sama bola# Jadi ingat waktu ibunya ngidam iel, ibunya dengan setia mengikuti liga-liga yang sedang tayang, disamping itu setiap iel kami bawa jalan-jalan selalu mainan yang ditunjuk adalah bola, alhasil kalau sudah sempat dipegang maka benda itupun wajib kami beli.

Tidak terasa ternyata sampai babak German-Belanda pun tetap iel setia melototin TV, entah karna dia galau karna gak bisa tidur atau memang dia paham apa yang dia lihat tapi yang pasti saya terkagum-kagum dengan banyak hal yang dia lakukan. Sebagian besar melakukan hal-hal yang pernah dia lihat.

Ehm..berharap iel tidak sampai mencontoh "saat saya sering kali mencium ibunya"
Hanya syukur yang terucap untuk semua yang terlihat didepan mataku, sangat bersyukur untuk setiap pertumbuhan fisiknya. Ajaib Karya-NYA bagi anakku juga bagi kami.

Jakarta...2012

6 Jun 2012

Hanya "Catatan" Gak-Begitu-Penting

"Jadi Pimpinan bukan berarti pintar dan sebaliknya orang pintar belum tentu jadi pemimpin" 

Yups..ini hanya pendapat saya semata dan mencoba memberikan sedikit catatan dari sekian banyak pengalaman keseharian saya saat ini, sering kali saya bertemu dengan "seorang pimpinan" menurut saya sungguh tidak pintar dalam memimpin dan terlalu banyak orang pintar yang sudah terbukti kemampuannya malah tidak pernah mendapat kesempatan dalam memimpin.

"Sebut saja Project Manager aka P-M" sering kali seorang PM dalam satu proyek hanya sebatas jabatan saja tanpa memahami makna dan esensinya sebagai seorang pemimpin jalannya proyek. Pengalaman saya pada proyek sebelumnya, PM nya hanya duduk manis dikantor dan tidak pernah tahu segala masalah yang sedang terjadi, dia lebih konsentari dengan jadwal facial bulanan dia dibanding dengan jadwal proyek yang sudah acak adut. Adalagi PM yang kerjanya sok tahu bahkan merasa lebih tahu dari orang yang semestinya tahu. Ada lagi PM yang segala sesuatu keputusan dibawah kendali stafnya, belum lagi PM yang selalu memberikan janji-janji palsu kepada timnya dan tidak pernah bisa mempertanggungjawabkan komitmentnya. Ada macam-macam PM yang sudah saya temui dalam proyek-proyek saya sebelumnya. 
Saat ini saya malah bertemu dengan seorang PM yang menurut saya sungguh sangat terlalu lebay..apresiasi dan pemahaman proyeknya terlalu lebay pada "masa lalunya" Regulasi proyek yang ditangani saat ini selalu berpedoman pada regulasi perusahaan sebelumnya mencari nafkah tanpa dia sadari kalau saat ini dia berada pada regulasi perusahaan yang berbeda, terlalu lebay meng-apresiasi orang-orang exs perusahaan sebelumnya walau jelas-jelas kinerja orang yang diapresiasi sangat buruk, terlalu lebay dengan "ge-lar ge-lar" yang melekat pada beberapa orang dan diatas semua itu PMnya tidak menyadari kalau apresiasi yang sangat super lebay itu belum bisa dibuktikan secara defacto dan dejure *analisa yang lebay juga* 
Akan sangat banyak cerita tentang seorang pemimpin, entah itu PM, Presiden, CEO, Deputi atau jabatan lain yang memang didaulat menjadi seorang pemimpin dalam tim dan ruang lingkupnya. IMSO alias in-my-soktau-opinion memang tidak semua pemimpin itu pintar dalam memimpin dan masih banyak juga orang-orang pintar yang memang tidak mendapat kesempatan dalam memimpin. Waktu, rejeki, kesempatan dan peluang sangat berpengaruh menghantarkan seseorang untuk menjadi seorang pintar dan menjadi pemimpin.
*rabu-kelabu-menggalau-dengan-kondisi-yang-abuabu*
*menggalau-dengan-PM-yang sangat super lebay*

28 Mar 2012

si mister TELO

Layaknya sebuah proyek "ada awal ada akhir" begitu juga dengan persahabatan "ada pertemuan ada perpisahan". Saya bertemu dengan Pak Suharmadi tiga belas bulan yang lalu dan hari ini resmi sudah persahabatan kami sebagai tim kerja akan berakhir lebih tepatnya kami menyebutnya "kontrak kerja Pak Suharmadi sudah berakhir" sampai dengan akhir Maret 2012 itu artinya mulai awal April 2012 Pak Suharmadi tidak punya ikatan kerja dengan institusi dimana kami sama sama mencari sesuap nasi. Persahabatan selanjutnya tentu tidak putus sama sekali karena kami masih bisa silaturahmi dengan fasilitas media yang sudah canggih saat ini, yah sebut saja salah satunya lewat SMS atau BBM atau mungkin komunikasi langsung lewat telepon. Oia..beberapa orang manggil dia "Pak Madi" tapi saya lebih suka memanggil beliau "Pak De", tidak tahu juga asal muasal kenapa saya memanggil begitu, yang pasti "pak de" itu sebutan buat orang yang lebih tua di daerah jawa sana. Umur Pak De kalau tidak salah sudah memasuki 60++, mengenal beliau dalam kurun waktu 13 bulan tidaklah cukup untuk mendeskripsikan kesan-kesan tentang pak de. Walau istilah "kesan" itu sifatnya relatif tapi buat saya banyak kesan atau pelajaran berharga yang saya dapatkan dari pak de. Tidak butuh waktu lama untuk bisa akrab dengan pak de apalagi dengan sapaan-sapaan beliau yang selalu membuat kami tertawa ngakak, beberapa kesan saya selama mengenal pak de..sebut saja sebagai berikut :
- Entah kenapa saya tidak pernah lelah untuk selalu bercanda dengan pak de bahkan kadang cenderung candaan saya kurang bersahabat untuk orang tau yang jauh lebih tua dari saya.
- Selama kenal pak de, saya belum pernah melihat beliau marah dengan perlakuan orang-orang disekitarnya.
- Pak de salah satu orang yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun, slogan yang mungkin terkesan bercanda tetapi memiliki makna yang dalam "kalau semua hal harus disyukuri" setiap pagi pak de akan menyapa siapapun dengan sebutan berikut : apa kabar?sehat?gaji cukup?bisa kirim orang tua?ucok sehat? hahahahaha 
- Kalau pak de sudah kehabisan akal dengan candaan teman-temannya, biasanya dia akan bilang "dasar TELO" oia..telo itu artinya singkong hehehe tidak tahu juga kenapa dia sangat senang dengan sebutan TELO itu.
- Pernah suatu waktu di weekend, saya iseng BBM pak de sekedar menanyakan sedang apa, maka jawaban diapun membuat saya tersenyum-senyum baca replynya karena beliau bilang "dia sedang makan TELO dan minum segelas kopi"
oia..satu hal lagi tentang pak de..dia paling doyan dengan Kopi Hitam. Anehnya dia suka nyebut TELO dan bilang sedang makan TELO tapi selama bekerja dengan beliau saya belum pernah melihat beliau makan TELO. Yah..makanya saya membuat judul cerita ini si Mister TELO karena dari sekian banyak guyonan dia..TELO paling mudah diucapkan.
Kita tidak pernah tahu yang namanya umur, tapi saya pribadi salut dengan pak de karena diberi kesehatan dan kemudahan rejeki dalam berkarir bahkan sebelum kontrak kerja habis disini beliau bahkan sudah mendapat tawaran menjadi "representative manager" pada sebuah perusahaan oil and gas.
Akan banyak cerita setiap orang yang mengenal pak de. Walau karakter pak de cenderung intropert tetapi satu hal yang saya kagumi dari beliau..dia orang yang tulus, jujur, apa adanya dan tidak pernah sakit hati dengan orang-orang yang menyakiti beliau.
Sukses selalu buat pak de, banyak kenangan yang tidak terucapkan dan banyak khilaf yang tak terurai dengan kata-kata juga, diatas segala kenangan dan khilaf "Saya minta maaf buat Pak De, salam saya buat keluarga, salam dari istri dan anak saya yang sampai saat ini belum bisa mengenal dekat sama pak de dan Maaf..Maaf" Sukses selalu dan keep in touch ya Pak De
we will miss you Pak De. Jangan lupa angpao buat ucok ya hahaha *ngarep*
"Jakarta, Wismul Lantai 21, Jam 13.07"

19 Mar 2012

K.d.R.t

Kekerasan dalam rumah tangga masih saja sering terjadi. Biasanya orang umum memahami KDRT adalah perlakuan yang tidak wajar alias penyiksaan suami terhadap istri, walaupun ada juga sebaliknya tetapi itu bisa dihitung dengan jari. Bagaimana dengan perlakuan tidak wajar pada anak?apakah itu termasuk kategori dalam KDRT?sebut saja : eksploitasi anak menjadi pekerja seks atau menjadi pengemis, penyiksaan anak,menjual anak sendiri dengan dalih kebutuhan ekonomi. Dari beberapa literatur yang saya baca "kekerasan pada anak semakin meningkat dari tahun ketahun" dan menurut psikolog banyak faktor penyebab terjadinya kekerasan pada anak, salah satunya adalah faktor ekonomi dan lingkungan. 
Si-Bayu..demikianlah saya mengenal namanya, sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Setiap jam 05.00 pagi sudah harus berangkat dari rumah, tanpa sarapan terlebih dahulu dan dia akan dikasih makan sama bapak-ibunya kalau membawa hasil mulung, pulang tanpa hasil mulung otomatis akan menjadi musibah buat dia karena tak jarang bapak-ibunya akan menyiksa bayu, disaat dia harus berjuang mulai jam 05.00 pagi bapak-ibunya masih asik dalam tidur dan mimpi-mimpi buruk mereka. "demikianlah sekilas cerita hidup dia yang saya dapatkan dari bayu, dengan malu-malu dia menceritakan kisahnya sambil dengan lahap memakan indomie yang disediakan istriku bagi dia"
Demikianlah hari-hari berlalu, terjalin persahabatan dianatara kami. Bayu selalu mampir didepan rumah kami sekedar menyapa atau berharap ada makanan yang bisa dinikmatinya. "dedek bayi..." itulah sapaan bayu sama anak saya setiap dia lewat depan rumah. Mungkin sebagai sapaan dia sebagai anak yang polos atau sekedar bahasa isyarat untuk meminta sedikit makanan yang bisa dinikmatinya. Tidak banyak yang bisa saya berikan selama mengenal bayu hanya sekedarnya dan itupun kalau saya pas dirumah saja.
Satu hal lagi yang saya ingat dari bayu adalah "penolakan dari anak-anak sebaya dia di kompleks perumahan saya" memang tidak adil tetapi sepertinya memang anak-anak lain belum bisa memahami arti sebuah perbedaan, tidak seharusnya memang bayu mendapat perlakuan tidak adil dari lingkungan anak-anak sebayanya tapi itulah kenyataan yang ada saat itu, hampir dipastikan bayu akan selalu diusir anak-anak lain ketika mencoba berusaha ikut bermain bersama mereka. Adik dan kakaknya menjadi sahabt setia bayu dalam bermain, mereka selalu bertiga kemanapun...
Minggu 18 Maret 2012, mobil saya berpapasan dengan mobil polisi yang keluar dari arah kompleks perumahan *tak berpikir kalau ada sesuatu yang tidak wajar* Jam 16.00 saya jalan-jalan seputaran kompleks, kembali saya bertemu rombongan warga yang mengantar mayat. *saya hanya berpikir ada warga yang meninggal yang tentu saya tidak kenal* Jam 20.30 saya bersama supir pribadi berangkat menuju rumah sakit untuk jemput istri, dalam perjalanan si supir pun bercerita perihal "rombongan mobil polisi yang tadi sore berpapasan dengan kami. Ternyata dalam mobil polisi tersebut ada bapaknya bayu yang akan dipenjarakan karena tuduhan penganiyaan kepada bayu" dan baru tahu kalau *warga yang meninggal tadi sore itu adalah bayu anak pemulung yang saya kenal, meninggal karena disiksa oleh bapak kandungnya dengan sebatang balok kayu* kronologis kejadian sebenarnya saya tidak tahu, perjalanan ke rumah sakitpun menjadi hening seketika. Saya hanya terdiam tanpa bisa memahami bagaimana seorang ayah bisa menyiksa anak kandung sendiri sampai meninggal, seketika bayang-bayang bayu terlintas. Dia anak yang baik dan mungkin lucu..walau orang kerap kali tidak bisa melihat kelucuannya.
ternyata cerita dia selama ini bukan hanya omong kosong belaka, dimana bayu hampir tiap hari mendapat siksaan dari orang tuanya. Sekarang bayu sudah terkapar dalam liang kubur dan tak lagi merasakan penyiksaan ayahnya, tidak lagi merasakan penolakan anak-anak sebayanya, tak lagi harus bersusah-susah bangun pagi memulung sampah dan tak lagi berjibaku dengan kerasnya dunianya...
Saya tidak tahu tempat yang pasti bagi bayu setelah melewati dunia yang kejam, berharap semoga dia mendapat tempat yang layak disana, berharap kakak dan adek bayu bisa melupakan masa-masa kelam yang sudah mereka lalui dan mencoba tegar menata masa depan yang pasti, berharap ada satu waktu yang indah bagi orang tuanya untuk benar benar bertobat dihadapan Tuhan.
Selamat jalan bayu..sahabat kecil..walau saya tidak pernah bisa memahami hidupmu tapi sekarang engkau telah bebas dari kejamnya dunia. Tenang dan damailah disana dan semoga bayu mendapat tempat yang layak.
*STOP KEKERASAN PADA ANAK-ANAK dan MARI BERBAGI KASIH PADA ANAK-ANAK DISEKITAR KITA* 

16 Mar 2012

Haruskah TKA??

ini kedua kalinya saya disodori memo "untuk mereview perpanjangan kontrak kerja TKA alias tenaga kerja asing". Ehm..terus terang untuk pekerjaan yang satu ini saya selalu tidak bersemangat alias "dilematis". Bukan saya anti sama bule tetapi saya hanya berpikir untuk posisi yang satu ini tidak seharusnya dihandle oleh orang bule. Saya tahu sendiri "dalam komunitas yang saya ikuti" banyak kandidat yang punya potensi sangat bagus untuk posisi ini, belum lagi dibeberapa komunitas project control yang lain. Suka tidak suka saya harus tetap menorehkan rekomendasi dalam memo ini, bagaimanapun saya harus tetap pada prinsip dan kaidah yang sebenarnya mencoba berkata "ya" kalau memang harus "iya" dan harus berani berkata "tidak" kalau memang itu "tidak". Bertualang dalam dunia proyek khususnya komunitas project control membuat saya banyak belajar tentang proyek tanpa batas. Saat masuk dalam komunitas sebut saja : milist group, bbm group dan beberapa media sosial online lainya maka sharing pengetahuan tentang semua proyek pun begitu mudah tanpa dibatasi oleh perbedaan latar belakang. Setiap orang senang berbagi dan dibagi, setiap orang punya pengalamanan yang berbeda satu dengan lainya, setiap orang punya keahlian yang unik, sehingga saat sangat setuju kalau "engineer-engineer kita juga mempunyai keahlian yang tidak kalah jauh dari exspatriat" berbicara dari sisi cost..tentu bukan rahasia umum kalau cost engineer exspatriat sangat jauh bedanya dengan engineer lokal untuk tanggung jawab pekerjaan yang sama. So..."kenapa harus pakai TKA untuk posisi yang sangat memungkinkan diisi oleh TKI?" saya tidak punya analisa yang kuat untuk hal ini, yang saya tahu sering kali kebijakan pemerintah tidak berpihak pada kesejahteraan engineer lokal, so..jangan heran kalau engineer-engineer lokalpun tidak sedikit yang hijrah ke negri seberang dan sangat betah mencari rejeki disana bukan karena nilai duit yang didapat tapi faktor penghargaan dan pengakuan kemampuan dinegri seberang lebih tinggi dari dinegri sendiri.
Kalau begitu sampai kapan kah kita tergantung sama TKA? atau memang sampai dunia kiamat kita tetap mengandalkan TKA sekalipun itu untuk menghandle pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus?.
*berpikir..merenung..dan menyelesaikan memo review*
maret 2012

13 Mar 2012

Among-Inong-AnakPanggoaran-Pahompu

Bersama-Opung-Doli
"damang-dainang" itu sebutan "bapak-ibu" bagi orang batak, anak panggoaran adalah sebutan buat anak pertama saya sedangkan "pahompu" adalah cucunya among-inong ku, jadi anak panggoaranku pun memanggil "opung atau kakek/nenek sama among-inongku. "iel" begitulah kami memanggilanya, sianak panggoranku bertumbuh sebagaimana layaknya anak bayi, proses pertumbuhannya sedikit berbeda dengan bayi seusianya. Terkadang terlalu atraktif dengan pertumbuhan motoriknya yang cepat dan yang menjadi ciri khasnya adalah kemampuan dia untuk selalu senyum pada siapapun yang dia lihat.
Selama ini iel hanya tahu kalau opungnya jauh dinegri sebrang dan setelah umur 11 bulan barulah iel mengenal opungnya. Walau tidak begitu paham apa itu opung, tetapi begitu bertemu pertama kalinya sepertinya dia tahu kalau diantara mereka ada ikatan batin dan iel pun langsung mau digendong sama opungnya. Selama ini kami orang tuanya belum pernah mengenalkan "uang" sama iel..tapi begitu pertama kali bertemu opungnya ekspressi kegembiraan wajahnya berbeda dari biasanya ketika ditawarin "uang kertas 50 ribuan" biasanya setiap benda yang dipegang akan dimasukkan dalam mulutnya tapi kali ini seakan dia tahu kalau benda yang dikasikan opungnya adalah uang berharga, uang dipegang begitu ketat dan akan dilepas ketika dia sudah mulai bosan.

Bersama-Opung-Boru

Beberapa hari bersama opungnya, pemberian uangpun menjadi satu tradisi ketika opungnya merasa senang dengan cucunya : 100 ribu, 20 ribu, 20 ribu. Saya tidak begitu paham apakah ini karena mereka jarang bertemu atau mungkin opungnya terlalu senang karena ini adalah cucu laki-laki?
oia..sebenarnya opungnya ke Jakarta dalam rangka pengobatan tetapi sejak bertemu dengan iel seakan akan penyakitnya hilang sekejap hahahaha mungkin penyakit semacam ini termasuk kategori penyakit psikologis tingkat tinggi.  
Iel membawa kebahagiaan tersendiri buat orang-orang disekitarnya termasuk memberikan semangat baru bagi opungnya untuk cepat pulih dari sakitnya. 

8 Mar 2012

Communication Management

Seberapa pentingkah etika berkomunikasi dalam kehidupan sehari hari? Kapan waktunya kita harus berbicara?kapan saat yang tepat kita harus diam?kapan sebaiknya kita harus interupsi seseorang yang terlalu banyak berbicara? silahkan dijawab sesuai dengan opini masing-masing.
Punya team work dengan latar belakang yang berbeda-beda sering membuat saya gerah melihat beberapa teman yang menurut saya tidak punya etika dalam berkomunikasi. Tidak jarang cara menyampaikan pendapat akan berakhir dengan perseteruan yang tidak jelas awal dan akhirnya. Masih teringat beberapa waktu yang lalu sebutlah si A, sekejap diskusi kami berubah menjadi pembicaraan yang menegangkan. Saya mencoba menenangkan diri dan mengevaluasi barangkali ada kata yang salah ucap dari mulutku tapi sampai hari ini saya berpikir bahwa memang tidak ada awal pembicaraan dari saya yang pada akhirnya membuat si A tiba-tiba marah. Hari ini satu jam sebelum saya menulis blog ini, kejadian terulang lagi bahkan lebih parah dari kejadian yang saya alami. Sebutlah teman yang naas itu si B yang terlibat diskusi dengan si A, sementara saya dan beberapa teman lain hanya jadi pendengar setia dalam pembicaraan mereka. Kejadian yang saya alami pun terulang lagi, tiba-tiba si A marah-marah ke si B tanpa alasan yang jelas. Jangankan si B kita sebagai pendengar saja bingung apa sebab musababnya hahahahaha
ini hanya sekelumit cerita tentang "pemahaman dalam berkomunikasi".Dalam dunia manajemen proyek "communication managment" menjadi salah satu topik tersendiri yang menarik untuk dibahas. Beberapa penelitian yang saya baca, dari 75% proyek yang mengalami kegagalan 45% diantaranya disebabkan oleh "manajemen komunikasi yang tidak baik" menjadi akan menarik untuk dipelajari dan dipahami bagaimana "manajemen komunikasi punya konstribusi yang tinggi untuk suksesnya suatu proyek. Ada yang berpendapat latar belakang seseorang akan mempengaruhi kualitas komunikasinya.Si batak seperti saya memang cenderung to the point tanpa ada basa basi, si Jawa teman saya cenderung lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, si sunda teman satunya kadang to the point kadang juga serba hati-hati, si suku-suku lainpun akan memberi warna tersendiri dalam komunitasnya.Saya mencoba melihat setiap sisi baik dari setiap latar belakang yang berbeda, bahkan sisi yang tidak baiknyapun akan menjadi hal yang membawa kebaikan ketika kita mencoba untuk memahaminya.
Tertarik untuk meneliti lebih dalam perihal "communication management" lewat suatu pendidikan formal tapi entahlah kapan waktu itu ada. Belajar dari kehidupan sehari-hari juga sangat cukup untuk memahami tentang "manajemen komunikasi"

@Kantor dihari kamis bergerimis, mencoba tersenyum manis saat komunikasi satu sama lain sudah mulai sinis  

 

2 Mar 2012

Harga Engineer Lokal vs Engineer Bule

Bekerja sebagai cost engineer atau cost control punya suka duka tersendiri. Sukanya kita bisa tahu semua hal yang berhubungan dengan uang, bisa belajar bagaimana menghitung suatu komponen biaya yang layak, beberapa pihak menganggap posisi ini sangat penting apalagi urusannya dengan pembayaran, punya otoritas penuh mengelola anggaran seakan akan itu adalah milik pribadi *kalau kasus yang ini mungkin hanya segelintir dari cost control* dan dukanya adalah bahwa duit itu ternyata adalah duit perusahaan trus yang paling tidak mengenakkan adalah ketika kita tahu standar harga dari masing-masing seorang engineer. Saya bukan anti sama bule alias exspatriat tapi saya hanya berpikir bagaimana mungkin standar harga engineer bule itu sangat jauh berbeda dengan engineer lokal. Produktifitas mereka kadang tidak sebanding dengan biaya yang mereka dapat. Saya selalu berpikir kalau indonesia adalah surga bagi exspatriat bagaimana tidak?? hanya bermodalkan warna kulit dan bahasa inggris HRD kita berani membayar mereka dengan mahal. Sementara seorang engineer lokal harus berjuang mati matian hanya untuk mendapatkan standar harga yang layak di pasaran, bukan curhat pribadi tapi memang ini adalah gambaran dari sekian banyak teman-teman, ketika waktu berjalan maka tidak jarang engineer lokal akan mengeluh dengan remunerasi yang didapat dan mulai mencoba membandingkan remunerasi seorang bule yang kadang tidak sebanding dengan produktifitas mereka. Berdoa dengan penuh pengharapan supaya regulasi penggunaan tenaga kerja asing di negara ini akan lebih tegas lagi. Mungkin ada juga bule yang bagus tapi saya sangat tidak setuju kalau setiap bule yang bekerja di indonesia ini selalu dibayar lebih mahal dari engineer lokal. Saya jadi teringat waktu "nguli" di daerah timur tengah betapa regulasi negara mereka sangat berpihak pada warna negara lokal, saat itu rata rata harga seorang satpam yang penduduk asli jauh dari harga engineer seperti saya karena memang aturan pemerintah setempat mengharuskan standar gaji untuk warga asli harus lebih layak dari warga pendatang. Bagaimana dengan bangsa kita?malah tidak jarang HRD kita sendiri cenderung merendahkan harga engineer sebangsanya. Memang berharap pada kebijakan bangsa ini tidaklah muda apalagi saat ini pemerintah cenderung tidak pernah berpihak pada kebutuhan rakyat, banyak oknum dalam pemerintah bukan ber-empati pada rakyat yang mereka wakili tetapi malah sebaliknya, setiap hari tindakan korupsi seakan dipertontonkan tanpa ada rasa malu, kebijakan hukum yang semakin tidak berpijak pada kaidah yang sebenarnya, sepertinya nurani pemerintah saat ini berada pada titik level terendah. Jadi bagaimana mungkin berharap mendapatkan harga yang layak seorang engineer lokal di negri antah brantah yang penuh dengan dagelan? "terbersit sekilas pertanyaan : masih mungkin kah engineer lokal bisa menyaingi sibule dinegara ini?". ehm..mari kita merenung, berharap suatu saat rejeki itu berpihak pada engineer lokal tanpa merendahkan profesionalisme si bule.

16 Jan 2012

Dunia Proyek

Berdasarkan beberapa referensi buku manajemen proyek, dapat diartikan bahwa Project adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan produk tertentu (unik alias tiap proyek itu deliverablenya beda beda) yang dibatasi oleh waktu (ada awal ada akhir), dibatasi biaya (ada batasan anggaran) dan dibatasi sumber daya (organisasi tertentu). Semasa remaja saya seperti terdoktrin sama lingkungan kalau "setiap orang yang bekerja diproyek pasti duitnya banyak, gagah dengan seragam proyeknya, lulusan tukang insinyur, jarang pulang kerumah dan sekali pulang pasti membawa banyak duit. Masih jaman idealis soal pekerjaan, saya selalu membayangkan menjadi pengawas proyek yang gagah dengan seragam dan helm proyek, sepatu safety shoes dan kaca mata hitam tapi realitas hidup harus diterima, pertama kali lulus sebagai tukang insiyur saya malah dapat rejeki menjadi MT disalah satu pabrik korek api. Galau tingkat rendah antara kerja dipabrik atau untuk sementara tetap jadi pengangguran hehehe karena umur sudah semakin tua dan malu rasanya kalau harus setiap saat mengemis sama sodarasodara untuk bertahan hidup diperantauan akhirnya saya memutuskan saja menjadi MT dipabrik korek api. Tiap weekend saya mendapat kesempatan untuk berlibur dan bertemu dengan teman-teman seperjuangan yang masih bertahan dimalang dan saya selalu disapa dengan istilah "juragan korek api". Oia..secara garis besar pabrik dimana saya bekerja : 95% pekerjanya ibu-ibu, tukang insinyur masih sangat langka, diskriminasi pekerja dengan staff sangat ekstrim dan yang masih jelas dalam ingatan saya adalah "setiap saya melewati pekerja mereka begitu hormat dan sungkan sama yang namanya tukang insinyur, satu lagi saya bekerja didua pabrik dengan dua pimpinan dengan karakter yang sangat ekstrim satu dengan yang lain. Bos yang satu selalu membuat saya gerah dengan "panggilan djancoknya" dan bos yang satunya juga selalu membuat saya gerah "dengan wajahnya tanpa ekspresi dan selalu menanyakan inovasi-inovasi terbaru dari teknologi korek api. Perlatan pabriknya hampir 100% masih manual dan mesin-mesin jaman bahela sehingga saya selalu terdiam setiap ditanya oleh bos "apa inovasi terbaru menurut anda untuk meningkatkan penjualan korek api kita?". Mess tempat tinggal saya dikelilingi oleh pabrik sehingga secara garus besar pemandangan sekitar tidak begitu menyenangkan. Ada beberapa bagian proses pembuatan korek api yang sangat tidak saya minati "saya lupa namanya" tapi itu bagian pengeringan dimana ruangannya penuh dengan debu, panas dan gerah. Begitulah sekilas mengenai pabrik korek api tersebut. Ternyata saya termasuk tukang insinyur yang tidak bertahan lama dengan kondisi yang tidak saya sukau, mungkin karena sapaan teman-teman yang kurang bergengsi atau jabatan yg tidak ada istilah Engineer atau mungkin karena "sapaan djancok" dari bos yang selalu membuat saya gerah "Saya putuskan untuk resign dan mencoba rejeki ditempat lain"
Tanpa saya rencanakan tawaran nyangkul didunia proyek pun datang. Pada saat test seleksi tahap pertama saya langsung sadar diri "kalau memang saya termasuk orang yg tidak rajin mempelajari hal-hal lain sewaktu kuliah" saya mulai tidak percaya diri ketika disuruh menyiapkan beberapa hal yang agak asing bagi saya, sebut saja : S-Curve, Barchart, Milestone, Project Detail Schedule, Weight Factor. Hanya karena faktor rejekilah saya mendapat kesempatan pertama nyangkul di proyek, aceh lhokseumawe menjadi ajang uji nyali saya dan selama dua tahun mendapat banyak kesempatan untuk belajar berbagai hal sebut saja : karakter orang-orang proyek, budaya daerah aceh dan tentunya makanan khas aceh. Pengalaman yang cukup berharga dan tidak akan terlupakan sampai detik ini. Proyek bisa berakhir tetapi kenangan dengan semua cerita yang sudah berlalu tetap tak terlupakan. Bekerja dengan tim proyek dari berbagai latar belakang pengalaman, usia, karakter dan juga lingkungan lhokseumawe yang belum aman dari gejolak pertikaian politik menjadi nilai plus tersendiri karena setiap saat bahaya mengancam disitulah kepasrahan saya sama Tuhan semakin besar. Saya wajib sangat bersyukur karena melewati masa kontrak kerja dengan sehat jasmani dan rohani. Seiring dengan akan selesainya proyek tentunya sumber daya yang dibutuhkan juga akan semakin berkurang. satu persatu tim proyek mulai berkurang alias terminasi, bagi saya terminasi punya nilai tersendiri yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata karena perasaan akan lebih cenderung mendominasi pikiran kita daripada logika berpikir seorang tukang insinyur. Saya kadang tidak sadar kalau saya sedang dalam "proyek" yang punya batasan waktu alias proyek selesai maka organisasinya juga akan segera bubar. Seharusnya sebagai seorang tukang insinyur harus pakai logika bahwa saat itulah saya harus meningkatkan strategi penjualan kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik tapi pada nyatanya perasaan saya lebih dominan. Mulai galau tingkat rendah dan sedih tak beralasan karena saya akan kehilangan komunitas yang saya jalani selama ini, saya akan berpisah dengan sodara-sodara anak daerah, saya akan berpisah dengan tukang insinyur yang lain dan tentunya saka akan kembali berjuang untuk mendapatkan status sebagai kuli tukang insiyur alias pekerja. Dunia proyek memang benar adanya, ada permulaan dan ada akhirnya, ada batasan waktu dan ada pengalaman pertama bekerja diproyek ini akan berakhir, tentunya selama Tuhan masih ijinkan saya bekerja maka saya sudah akan siap memasuki babak-babak baru pada proyek yang akan datang. Dunia proyek tak akan pernah kehabisan cerita, saya akan selalu punya cerita tentang semua yang terlibat pada proyek yang saya tangani dan demikian juga proyek itu sendiri akan punya cerita tentang diriku. Saat itu saya sedang berpikir apakah mungkin saya akan memasuki proyek baru dengan budaya yang sama? dan pada nyatanya "saya memasuki babak selanjutnya dan tidak ada yang sama sedikitpun tentang itu.."  

dalam kenangan PIM-2 Project dengan status tenaga kontrak tukang insinyur

15 Des 2011

Sepuluh Elemen Penyebab Kegagalan Proyek

Bagi sebagian besar yang sudah berkecimpung dalam dunia kerja, istilah proyek bukanlah sesuatu hal yang baru walaupun pada kenyataannya memang masih banyak orang yang tidak paham apa yang dimaksud dengan proyek dan apa elemen – elemen dalam suatu proyek.
Dari salah satu literatur tentang Manajemen Proyek dapat diartikan bahwa Proyek adalah suatu kegiatan yang sifatnya unik yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya, baik berupa manusia, material, biaya ataupun alat, sehingga hal ini membutuhkan suatu manajemen proyek mulai dari fase awal hingga fase penyelesaian proyek. Semakin tinggi tingkat kompleksitas proyek dan semakin langkanya sumber daya, maka dibutuhkan sistem pengelolaan proyek yang baik dan terintegrasi. Suksesnya manajemen proyek ditentukan dari pencapaian sasaran proyek yang sesuai waktu, sesuai anggaran, pemakaian sumber daya yang efektif dan memuaskan pengguna jasa.
Perencanaan maupun pengendalian waktu dan biaya merupakan bagian dari manajemen proyek secara keseluruhan. Kesuksesan proyek dapat diukur dari pencapaian sasaran proyek yaitu tercapainya  kualitas pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan, masih dalam batas anggaran yang disediakan, bahkan kalau bisa dibawah anggaran yang ada.
Waktu yang digunakan dan biaya yang telah dikeluarkan dalam menyelesaikan proyek harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap rencana. Adanya penyimpangan waktu dan biaya yang signifikan mengindikasikan pengelolaan proyek yang buruk. Keterlambatan jadwal dan cost overrun dalam proyek menjadi perhatian utama bagi pemilik proyek maupun kontraktor.
Keterlambatan penyelesaian proyek biasanya selalu berdampak pada biaya, sedangkan biaya selalu terkait dengan tingkat suku bunga dan laju inflasi yang selalu berubah setiap waktu sehingga keterlambatan proyek dapat menjadi faktor kritis dan menjadi kontribusi utama terhadap terjadinya pembengkakan biaya proyek. Dampak lain dari keterlambatan proyek adalah timbulnya masalah besar bagi semua tim proyek yang terlibat baik itu owner ataupun kontraktor. Tim proyek owner akan dianggap gagal dalam mengelola proyek dan jadwal untuk pengoperasian akan terlambat, tentunya akan berdampak pada sales value. Sedangkan kontraktor akan terkena denda penalti sesuai dengan kontrak, cash in yang akan bermasalah karena tidak bisa mengajukan invoice progress pekerjaan dan tentunya pihak lain juga akan mengalami dampak negatif seperti subkontraktor, vendor material yang terlibat dalam proyek.
Masalah keterlambatan pencapaian suatu proyek menjadi fenomena yang umum diseluruh dunia, hampir 60 – 70% proyek konstruksi mengalami keterlambatan. Menurut laporan dari Standish Group dan beberapa perusahaan konsultan bahwa : 15% proyek gagal ditengah jalan. Dari 51% proyek yang mengalami masalah waktu dan biaya, rata rata 43% mengalami cost overrun. Hasil studi yang dilakukan oleh CH2MHILL membuktikan bahwa tingginya risiko pada proyek dapat menyebabkan tutup beberapa perusahaan EPC di USA. Hasil studi yang disampaikan pada World Coal Gasification Conference EPC Company tanggal 12 April 2007, memaparkan di Amerika Serikat pada tahun 1967 terdapat 38 perusahaan yang bergerak dibidang Engineering Procurement Construction (EPC) dan pembangkit, sedangkan pada tahun 2007 hanya tinggal 18 perusahaan saja. Tutup atau konsolidasinya banyak perusahaan EPC di USA sebagian besar karena kegagalan mengendalikan proyek.
Mengapa proyek cenderung gagal? Hal ini menjadi PERTANYAAN YANG SANGAT PENTING bagi semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek. Gagalnya proyek dipengaruhi oleh banyak faktor, dari hasil studi literatur dan pengalaman selama bekerja dibidang konstruksi, ditemukan beberapa elemen - elemen penting dari suatu proyek yang jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan gagalnya proyek. Adapun elemen – elemen yang penting tersebut antara lain  :
1.MINIMNYA DUKUNGAN DARI SPONSOR PROYEK
Jika semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek baik pihak investor maupun pihak eksekutor tidak mendukung secara penuh pelaksanaan proyek maka dapat dipastikan proyek akan bermasalah, bahkan tidak jarang juga proyek berhenti ditengah jalan. Minimnya dukungan dari sponsor proyek akan menjadi sumber masalah dalam penyelesaian proyek, oleh karena itu harus dipastikan bahwa semua tim proyek harus mempunyai komitmen yang kuat untuk mendukung kesuksesan proyek.
2.PERSYARATAN YANG TIDAK JELAS
Pemahaman sebagain besar tim proyek yang cenderung menganggap “remeh” pekerjaan akan menjadi bumerang sendiri pada saat berjalannya proyek. Seorang Manajer Proyek harus bisa menunjukkan kepada semua tim proyek hal yang sifatnya meragukan, kemungkinan kemungkinan terburuk dalam proyek dan berusaha keras untuk mendapatkan pemahaman persyaratan yang jelas dalam menyelesaikan proyek.
3.WAKTU DAN ANGGARAN YANG TIDAK REALISTIS
Biasanya investor maupun tim proyek sering berpikir dengan istilah “tidak mungkin” pada suatu proyek. Setiap yang terlibat dalam proyek harus dapat memahami kalau setiap proyek memiliki durasi tertentu sesuai dengan anggaran dan sasaran/target proyek yang diharapkan. Pemahaman yang benar terhadap ruang lingkup pekerjaan proyek sangat berdampak dalam menentukan “durasi/waktu dan anggaran yang realistis”. Semakin paham ruang lingkup pekerjaan maka menentukan waktu dan anggaran proyek akan semakin realistis sehingga tingkat keberhasilan proyek akan semakin tinggi, begitu juga sebaliknya semakin tidak paham ruang lingkup pekerjaan maka menentukan waktu dan anggaran semakin tidak realistis sehingga tingkat kegagalan proyek juga akan semakin tinggi. Henry Ford mempunyai istilah : “lebih baik, lebih cepat, lebih murah”. Dalam pelaksanaan proyek kita harus memilih salah satu diantara ketiganya. Lebih baik akan cenderung butuh waktu yang lama dan anggaran yang besar, Lebih Cepat akan cenderung butuh waktu cepat tetapi anggaran yang cenderung besar dan Lebih murah biasanya lebih cenderung waktu yang cepat dan anggaran yang rendah. Semakin realistis menentukan waktu dan anggaran sesuai dengan sasaran proyek yang diharapkan, maka tingkat keberhasilan proyek semakin tinggi dan juga sebaliknya.
4.PRODUKTIFITAS YANG RENDAH
Hal ini menggambarkan fenomena yang sering terjadi dalam proyek, produktifitas kerja cenderung menurun bahkan hasil akhir pekerjaan berbeda dengan rencana semula. Proses pendokumentasian, mekanisma pengontrolan yang jelas sangatlah penting untuk mendapatkan hasil yang optimal dan mempertahankan supaya produktifitas kerja tidak sampai menurun.
5.MINIMNYA PEMAHAMAN TERHADAP MANAJEMEN RISIKO
Tingkat kompleksitasnya tiap tahapan proyek tidaklah sama, oleh karena itu semua tim proyek harus memahami setiap tahapan pekerjaan. Kemampuan untuk memahami dan mengindentifikasi potensi masalah yang akan terjadi pada tiap tahapan proyek cenderung berdampak pada hasil akhir proyek. Selain mengidentifikasi potensi risiko, maka tahapan yang sangat penting adalah bagaimana mengelola risiko yang akan muncul. Minimnya pemahaman tim proyek terhadap manajemen risiko akan berdampak buruk pada hasil akhir proyek, sehingga diharapkan setiap tim proyek diarahkan untuk sama – sama memiliki pemahaman yang bagus tentang manajemen risiko.
6.PROSEDUR DAN DOKUMENTASI YANG TIDAK BAIK
Prosedur dan dokumentasi menjadi hal yang mutlak dalam setiap proses pekerjaan proyek. Prosedur menjadi panduan dasar bagi semua tim proyek dan dokumentasi menjadi bagian atau komponen dalam mengontrol pekerjaan. Ketidakdisiplinan tim proyek dalam mengikuti prosedur yang sudah ditentukan dan dokumentasi yang tidak baik akan berdampak buruk pada hasil akhir proyek. Diharapkan semua tim yang terlibat dalam proyek harus memahami semua prosedur yang berlaku dan melakukan dokumentasi yang baik pada setiap tahapan pekerjaan.
7.METODE ESTIMASI YANG TIDAK BAIK
Metode estimasi komponen – komponen pekerjaan sangat mempengaruhi hasil akhir proyek. Seorang Manajer Proyek sangat tidak diharapkan menggunakan estimasi dengan metode “praduga, perkiraan” tanpa menggunakan acuan/referensi yang pasti. Dalam melakukan estimasi bisa menggunakan beberapa metode antara lain : Informasi pada proyek sebelumnya yang bisa dipergunakan sebagai pembelajaran (lesson learn), melakukan studi terlebih dahulu atau melibatkan personil yang lebih memahami pekerjaan.
8.KEMAMPUAN DALAM BERKOMUNIKASI
Tim proyek memiliki karakter yang berbeda satu sama lainya, sehingga diperlukan suatu standar komunikasi yang baik dalam mengkomunikasikan pekerjaan yang biasanya dituangkan dalam “communication procedure”. Komunikasi dengan semua tim yang terlibat dalam proyek adalah faktor yang sangat penting dalam mencapai sasaran proyek. Diperlukan etika dalam berkomunikasi, biasanya etika dalam berkomunikasi dipengaruhi banyak faktor antara lain : latar belakang pendidikan, latar belakang suku, latar belakang pengalaman kerja, tanggung jawab, dll. Untuk menciptakan komunikasi yang baik sesama tim, diharapkan semua tim memahami beberapa hal antara lain : memahami “communication procedure”, memahami otoritas setiap tim, memahami pemikiran/pendapat orang lain. Komunikasi yang buruk juga akan berdampak buruk pada hasil pekerjaan dan banyak proyek mengalami kegagalan karena komunikasi sesama tim proyek tidak berjalan dengan baik.
9.TIDAK BELAJAR DARI PROYEK SEBELUMNYA (LESSON LEARN)
Sebuah perusahaan yang bagus harus bisa menjelaskan secara transparan target proyek yang akan dicapai dan keuntungan apa yang akan diberikan kepada tim proyek. Setiap tim proyek harus memandang proyek sebagai bisnis yang menguntungkan, harus belajar dari kegagalan proyek sebelumnya, secara terus menerus memonitor perkembangan teknologi dunia proyek dan selalu memberikan masukan yang positif selama proyek berjalan.
10.SUMBER DAYA PROYEK YANG TIDAK EFISIEN
Persiapan sumber daya yang tidak kompeten dalam menyelesaikan pekerjaan akan menjadi masalah besar dibanding dengan tidak mempunyai sumber daya sama sekali. Untuk mendapatkan sumber daya yang bagus, pastikan terlebih dahulu syarat - syarat sumber daya yang dibutuhkan proyek  dan berusaha mendapatkan sumber daya setiap komponen sumber daya yang paling efisien.

27 Okt 2011

Laskar Pewangi

suatu waktu @Perpus-Teknik-Salemba
"Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan". 
Saya baru membaca novel tersebut sekitar tahun 2007-2008 *kalau tidak salah* Ucup, Wini dan Beruk juga ternyata sudah membaca novel tersebut, tapi saya tidak yakin kalau tim dan othing juga membaca novel ini karena hanya kami berempat biasanya yang antusias berbagi cerita tentang lakonnya si : ikal, lintang, mahar, sahara, a kiong, syahdan, kucai, borek, trapani dan harun. Memang tidak terlalu sering kami membahas novel laskar pelangi disaat saat senggang kuliah tapi entah kenapa kami selalu antusias membahas alur cerita dalam novel ini. Kami ber empat punya fans yang berbeda dari 10 lakon tersebut. Saat ini saya juga tidak yakin bisa menceritakan semua isi novel tersebut karena selain sudah lama ternyata faktor umur juga mempengaruhi kemampuan daya ingat saya untuk mengingat kembali setiap bab yang dulu sering saya baca bolakbalik. Si tim biasanya akan antusias diajak cerita kalau topiknya mengenai sepak bola dan curhat percintaannya yang belum pasti dijaman itu dan othing akan lebih bernafsu lagi kalau kita ajak bertukar pikiran tentang virus komputer dan program utak-atik laptop.
Petualangan para laskar pelangi dalam novel tersebut sungguh menyentuh jutaan pembaca bahwa betapa gigihnya 10 orang anak anak dalam menempuh pendidikan dengan fasilitas yang sangat terbatas, mungkin mereka hanya sebagian kecil orang orang yang punya potensi tetapi kurang beruntung karena kondisi dan keadaan. Saya bukan mau membahas detail isi novel laskar pelangi tapi "laskar pelangi" lah yang menginspirasi kami untuk tetap bersemangat, walau kami termasuk beruntung dari sekian banyak yang belum beruntung tetapi kami sadar kalau kami punya banyak keterbatasan. 
Bekerja sambil kuliah : terbatas waktu belajar karena sebagai kuli yang hukumnya wajib kerja kami hanya mengoptimalkan sisa-sisa tenaga buat belajar, terbatas financial karena hanya mengandalkan gaji bulanan hasil nguli untuk biaya hidup juga biaya kuliah, terbatas waktu gaul karena hari libur pun kami pakai buat ngerjain tugas. Banyak lagi keterbatasan yang tidak terungkap tetapi semangat laskar pelangi menjadi inspirasi buat kami dan bertekat kalau kamipun mampu. 
Mungkin kami ber enam tak akan pernah sama dengan cerita laskar pelangi, laskar pelangi 10 orang sementara kami hanya 6 orang. laskar pelangi cerita perjuangan anak anak sementara kami ber enam sebagian sudah punya anak dan sebagian lagi bernafsu untuk punya anak. laskar pelangi sudah terkenal sementara kami hanya terkenal diseputaran salemba. laskar pelangi memperkenalkan satu pulau BaBel sementara kami hanya memperkenalkan sesuatu yang belum jelas. "laskar pelangi" layaklah buat novel andrea hirata dan kamipun sepakat kalau kami hanyalah "laskar pewangi". Tidak tahu pasti siapa yang pertama sekali punya ide membuat nama kelompok kami menjadi "laskar pewangi" tapi kami telah sepakat menggunakan nama ini menjadi nama kenangan bagi kami ber enam dan nama itu juga yang menjadi slogan dalam media komunikasi kami dalam grup BBM. Walau tanpa nama wini di member list BBM grup tapi "laskar pewangi" memang layaklah menjadi nama kelompok kami, berharap suatu saat wini berjiwa besar menerima kemajuan teknologi dan mengganti HP jadulnya dengan BB *mungkin akan lebih baik kalau disponsori oleh othing si ahli IT*
"laskar pewangi" tidak akan seheboh laskar pelangi, kami berbeda dari yang lain karena kami memiliki wangi tersendiri sebagai laskar pejuang.
*Ngantuk...Ngopi dulu*

Nama Panggilan

Semester awal perkuliahan di salemba merupakan awal kenangan yang tak terlupakan, mungkin pemikiran saya hampir sama dengan pemikiran temanku yang lain *mungkin-hanya dugaan sementara*.
Saya berpikir semester awal akan terasa lebih santai, yang saya bayangkan adalah materi kuliah yang ringan dan masih bisa diselang selingi dengan ha ha hi hi. Tapi pikiran saya salah besar, karena ternyata tanpa kami sadari kalau kami berenam masuk disemester genap dan secara otomatispun kami akan mengikuti materi perkuliahan semester genap. Pantas saja kami digabung dengan rekan-rekan angkatan diatas kami. Secara psikologis kami sangat terkalahkan. Mereka tampak kompak karena sudah menjalin komunikasi satu semester lebih awal dari kami, bahkan total volume suara kami berenampun hampir tak terdengar karena jumlah kami hanya seperempat dari mereka. Tetapi aura kekompakanlah yang membuat kami untuk lebih percaya diri, walau kami hanya segelintir tapi ternyata kami tidak kalah kompak dengan mereka, volume suara kami ternyata jauh lebih menggema dibanding mereka *maksudnya saat-saat santai ya* dan anehnya dimana kami berenam berkumpul orang akan selalu memandang kami walau kadang sinis, itu semata mata karena tanpa kami sadari kalau kami sering kali tertawa melampaui batas desibel orang normal. Mungkin intonasi suara orang bataklah yang mampu mensinergikannya sehingga seringkali tawa canda yang biasa menjadi tawa canda yang berwibawa dan menggema.
Kami berenam memiliki nama panggilan yang unik-unik.
Maru nama panggilan buat saya "Maruahal Sihombing", nama panggilan yang paling tidak berkesan sih karena saya sendiri juga tidak begitu yakin apa artinya nama saya.
Ucup nama panggilan buat Joesep Andrea Lutfi. Memang tampak tidak berkorelasi ya nama panggilan dengan nama lengkapnya dan yang lebih aneh lagi Joesep itu kepanjangan dari JOEmat SEPtember karena katanya dia lahir dihari Jumat bulan September. Ortunya ucup termasuk yang paling kreatiflah di generasinya, top markotop.
Othing nama panggilan buat Yanto Yulianto. Sampai saya menulis blog ini saya belum sempat menanyakan asal muasal nama othing, artinya apa dan korelasi dengan nama lengkapnya juga saya tidak tahu. Tetapi siapapun yang kenalan sama othing pasti langsung bisa nebak kalau dia urang sunda, namanya bersifat perulangan dan hampir sama dengan tahu menjadi tarahu, kacang menjadi karacang hehehehe *jaka sembung*
Tim nama panggilan buat Timotius Jonas Hutabarat. Yah standarlah dengan nama panggilan nama saya, hanya mencaplok sebagian dari nama lengkapnya. Saya simpulkan kalau orang batak mungkin tidak begitu kreatif dalam menentukan nama panggilan.
Wini nama panggilan buat Retno Windriyani. Tidak jauh beda dengan tim dan maru so ortunya wini juga tidak begitu kreatif waktu itu, semoga dimasa tua nanti mereka bisa kreatif hehehe
Beruk nama panggilan buat Melriansyah. Sekilas aneh tapi saya salut karena ternyata beruk senang dengan nama panggilannya. Setahu saya beruk itu panggilan buat "monyet berekor panjang" tapi kenapa juga melriansyah nama yang indah menjadi beruk ya? Suatu saat kami mungkin akan verifikasi nama nama panggilan ini. Siapa tahu setelah sukses dikemudian hari kami berniat untuk merubah nama panggilan ini. Banyak nama panggilan orang akan berubah seiring dengan berubahanya nasib, seperti kalangan selebritis. Suatu saat siapa tahu kami berenam akan menjadi orang yang terkenal mungkin nama nama panggilan kamipun akan berubah.
Apapun nama panggilan kami saat ini, apapun kelebihan dan kekurangan kami, apapun perbedaan kami semuanya itu tidaklah terlalu penting, yang sangat penting adalah kami sudah menjadi saudara.
break dulu ya..lanjut lagi ke cerita selanjutnya


Pertemuan Kedua

Ternyata tidak sulit bagi kami berenam untuk menyatukan selera pada awal awal semester perkuliahan. Kami memang punya latar belakang yang berbeda-beda. 
Suku : tiga orang sunda, dua orang batak
Pekerjaan : dua orang pejabat KAI, empat orang kuli swasta tapi seiring dengan berjalannya waktu maka satu orang dari kami berempat sebagai kuli swasta berhasil juga menjadi pejabat DKI heheh hidup lae timmy.
Pendidikan : latar belakang pendidikan saya sendiri adalah sarjana elektro tapi pada kenyataannya ilmu elektro saya sangat jarang kepake dalam dunia kerja yang saya geluti. Si wini setahu saya seorang jebolan arsitek makanya kami selalu memaklumi kejeniusan cewek satu ini dalam berimajinasi, kang yanto mungkin berlatar belakang ilmu IT terlihat dari kelihaian dia dalam menganalisa setiap trouble dalam laptop-laptop kami sedangkan yang lainya punya latar belakang pendidikan sipil, ini terlihat dari postur postur tubuh mereka cenderung kekar mirip mirip kuli bangunan kecuali sibatak yang imut hehehehe.
Status : waktu pertemuan pertama kami, dua orang pejabat KAI sudah tidak perawan alias sudah menikah sedangkan empat orang sisanya masih perjaka ting ting
Porsi badan : ada yang kurus, imut, langsing dan langsung alias gemuk *tunjuk muka sendiri* oia soal porsi badan, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga berat badan saya ideal tetapi selalu tidak berhasil so saya berusaha tetap bahagialah dengan porsi badan yang mungkin tidak normal dibanding mereka berlima.
IQ : ehm..mungkin ini tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lain. Dalam hal ini kami hanya berbeda keberuntungan.
Emosi : yah secara kami berbeda suku, pasti kami memiliki emosi yang terbeda beda tetapi tetap unik.

ehm..apalagi ya?sepertinya perbedaan yang cukup mendasar adalah itu.Tapi ternyata perbedaan itupun tidak membuat kami sulit untuk menyamakan rasa dan selera. buktinya pada pertemuan awal saja kami sudah sepakat untuk sama sama nongkrong di sturback *akan ada cerita terpisah kenangan kami berenam di sturback*, kami punya selera yang sama menikmati makanan kantin teknik *kenangan kantin teknik salemba juga punya kenangan tersendiri bagi kami dan akan ada ceritanya secara terpisah*, kami punya selera humor yang tinggi walau kami bukan pelawak dan tak jarang hal yang tidak lucupun akan menjadi lucu bagi kami. Kami juga akan selalu berkomentar pada setiap wanita yang tertangkap oleh mata kami sehingga si "wini" sering kali merasa cemburu karena merasa selalu dikesampingkan dan merasa jarang diperhatikan.
Satu lagi kesamaan kami adalah ternyata kami sama sama suka menyegarkan pikiran dengan cerita cerita porno yang berkelas alias tidak terlalu norak. Tiap kuliah juga kami sama sama berjibaku dengan kemacetan kota jakarta, lae timmy yang selalu nyaman dengan mobil kesayangannya, beruk nyaman dengan motor balapnya, wini?ehm..lupa, kadang dia berjibaku dengan mobil kesayangannya kadang juga dengan fasilitas umumnya sedangkan saya dan dua orang pejabat KAI juga cukup nyaman dengan apa yang ada (metromini, bajaj, KRL, kadang juga taksi).
Sepertinya hanya ini yang bisa saya ingat pada pertemuan kedua kami, mungkin masih banyak yang bisa diceritakan pada sesi ini, tapi kemampuan otak saya untuk mengingat masa lalu saat ini sungguhlah terbatas, saya yakin ini lebih cenderung dipengaruhi oleh umur yang semakin dewasa alias tua.
it's time for lunch dulu ya..akan bersambung ke cerita selanjutnya. Selamat menikmati lunch buat wini, timy, beruk, ucup dan othing. Walau tidak ada yang gratis tetapi kita harus tetap lunch :)

26 Okt 2011

Pertemuan Pertama

3 tahun yang lalu teringat kembali masa masa yang indah untuk kesempatan kedua kalinya bisa menempuh studi ke jenjang master, dengan berbagai pertimbangan SIKONTOL alias Situasi Kondisi Toleransi pilihan yang tepat adalah UI Salemba jurusan manajemen proyek. tulisan SIKONTOL sekilas memang jorok tapi biar saya jelaskan sekilas makna tulisan sikontol menurut pemikiran saya yang memang senang hal hal yang berbau jorok hehehe
Situasi : situasinya memang kemampuan otak saya hanya mampu bersaing di institusi lokal, maksud hati mau go internasional tapi sampai saat ini belum menemukan negara diluar indonesia yang bahasa pengantarnya bahasa batak hehehe
Kondisi : pilihan yang pas melanjutkan studi dengan finance yang terbatas adalah bekerja sambil sekolah, separuh kemampuan otak buat bekerja dan separuh lagi disisihkan untuk belajar, konsen bekerja supaya bisa bayar uang kuliah *di-Jkt tidak ada sekolah gratis apalagi S2* juga harus konsen sekolah supaya uang kuliah yang disetor dengan berat hati tiap semester tidak sia sia. Untuk membagi kemampuan otak menjadi dua maka Jurusan yang saya ambil pun harus yang bisa ha..ha..hi..hi..dan tidak terlalu banyak urusan dengan rumus rumus fisika, kimia yang sampai saat inipun saya pelum paham akan kebenarannya. "manajemen proyek" saya pikir pilihan yang tepat untuk kondisi kejiwaan saya.
Toleransi : ini menyangkut dengan toleransi waktu dan juga toleransi dalam berpikir. Sebagai kuli disebuah perusahaan kontraktor, jam kerja sungguhlah tidak menentu dan wacana sekolah bukan termasuk toleransi dari perusahaan dimana saya sebagai kuli. Jadi saya harus memikirkan toleransi waktu dan toleransi kemampuan otak dalam hal ini. Saya pastikan bahwa saya akan selalu terlambat sampai di kampus, mengingat jakarta yang macet dimana mana, Jadi Salemba posisi yang sangat terjangkau, kalaupun saya harus terlambat tapi masih bisa ditoleransi. Sore hari pasti tenaga dan pikiran tinggal sisa sisa, memahami perkuliahanpun sungguh teramat susah tapi kesusahan inipun masih bisa saya toleransi mengingat jurusan yang saya ambil sangat berhubungan dengan pengalaman kerja.
Seperti biasa "bangga" tentunya bisa kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang master mengingat banyak orang merindukan kesempatan itu tetapi hanya beberapa orang yang beruntung, salah satunya saya.
Hari pertama perkuliahan berbagai perasaan bergejolak dalam bathin, selain bangga, saya juga harap harap cemas membayangkan suasana perkuliahan nantinya, cemas membayangkan seperti apa nantinya teman teman kuliah, cemas memikirkan apakah semua bisa berjalan dengan baik.
Orang pertama yang saya temui di salemba adalah Melriansyah alias beruk *baru tau nama manisnya beruk setelah kenal dikampus* sebelumnya sudah kenal karena kami bekerja diperusahaan yang sama.
Perkuliahan pertama, kelas rame dan wajah wajah matang mendominasi alias tua seperti saya :) belakangan saya baru tahu kalau ternyata itu kelas gabungan.
Sebelum bapak dosen memulai perkuliahan, tiba tiba dua orang dibelakang saya menyapa dengan senyum perkenalan memastikan mereka tidak salah masuk ruangan. Ternyata seangkatan dengan saya dengan nama "Joesep alias Ucup" dan "Yulianto alias Othing"
Kuliah pertama selesai..break makan malam dikantin, kenalan sana sini, senyam senyum dan dapat kenalan lagi namanya : retno windriyani alias wini dan timotius jonas alias timmy. Hari pertama selesai dengan perkenalan sana sini dan ternyata siswa baru untuk semester tersebut hanyalah enam orang termasuk saya.
Pertamuan pertama kami berenam di salemba tidak begitu berkesan tetapi tidak begitu buruk juga bahkan pertemuan pertama diantara kami cenderung tidak banyak bercerita tetapi tidak juga cuek. 5 orang pejantan tangguh dan 1 orang cewek masih malu malu untuk menampakkan karakter asli masing masing. Sekilas kami berenam tidak tampak sebagai mahasiswa pemikir yang kecanduan dengan diktat kuliah setebal batu bata, tampak lebih serius karena mungkin kami senasib "bekerja sambil kuliah" tapi kami berenam berusaha untuk santai karena kami tahu ini baru permulaan untuk dua tahun kedepan.
Inilah sekilas cerita pertemuan pertama diantara kami berenam. Salemba menjadi sumber banyak inspirasi dan cerita diantara kami.
Berlanjut ke cerita selanjutnya...

Anak Panggoaran-2

Sejak lahir Iel si anak panggoaranku punya bakat senyum,tak terasa tujuh bulan sudah berlalu, hampir setiap hari dia tidak pernah lupa untuk tersenyum. Sepulang kerja Iel akan selalu menyambut saya dengan senyumnya yang khas. Ritual mandi dan makan sore dalam sekejap akan selesai selanjutnya adalah bermain bersama Iel, setiap bahasa tubuh saya akan selalu direspon dengan tawa khasnya. "sesuatu banget" melihat keajaiban tiap hari dalam dirinya, seandainya ada program yang bisa menerjemahkan bahasa bayi maka akan lebih mudah bagi saya untuk memahami ocehannya. Umur 7 bulan bagi Iel sungguh jauh berbeda dengan bayi bayi seusia dia, motoriknya jauh lebih cepat dari bayi bayi lain dan yang sering kali menakjubkan adalah kemampuannya untuk meniru bahasa tubuh ayah dan ibunya. Lucu, pintar, menggemaskan, mengagumkan dan menakjubkan bisa melihat karya-NYA yang sungguh ajaib dalam hidup kami. Tuhan membentuk Iel sedemikian rupa dan melimpahkan banyak suka cita lewat setiap senyumnya. waktu akan terus berubah, perubahanpun akan terus terjadi tapi kasih sayang dan cinta kami orang tuanya tidak akan berubah.
Kami mengasihimu nak sebagaimana Tuhan juga mengasihimu.
 

14 Jul 2011

C I N T A

Banyak hal yang orang lakukan demi cinta sehingga sering kali orang bilang : cinta itu buta, cinta butuh pengorbanan, cinta kadang tidak pakai logika, cinta adalah segalanya dan mungkin banyak pengertian lain akan cinta. Tulisan tentang cerita cinta ini hanya cerita biasa dalam kehidupan keseharian kami tetapi saya ingin cerita ini bisa dibaca anak saya kelak supaya mereka tau kalau kami memang harus berkorban demi cinta kami pada dia (adri begitulah saya memanggilnya tapi sodara sodaranya lebih suka memanggilnya iel karena nama lengkapnya adalah Adriel Galeno Parningotan Sihombing) dan memang anak kami sangat layak untuk mendapatkan segala cinta dan pengorbanan yang bisa kami berikan. Satu karunia yang sangat luar biasa Tuhan kasih kesempatan bagi kami untuk memiliki anak, sejak pertama dia ada dalam kandungan ibunya, banyak hal perubahan yang kami rasakan. Rasa gembira, rasa was was dan seakan akan perhatian kami semua tercurah bagi dia apalagi kalau sudah tiba saatnya untuk periksa ke dokter, hasil USG selalu membuatku terharu melihat kuasa Tuhan yang sudah membentuk dia sedemikian rupa. Saat saat USG adalah waktu yang selalu saya tunggu tunggu karena disitulah saya bisa melihat setiap gerakan tubuhnya dalam kandungan ibunya. Berawal dari janji saya kepada istri bahwa saya akan setia menemaninya diruang persalinan selama proses persalinan nantinya. Tak sabar rasanya menunggu hari H nya apalagi dua bulan terakhir saya dan istri harus jauhan, saya tetap di Jakarta dan istri tinggal di Malang mempersipkan kelahiran putra pertama kami. Kadang ada rasa bersalah karena keadaan tertentu yang membuat kami saling jauhan tetapi cinta dihati kami sungguh memberikan pengaruh yang kuat menjalani keseharian kami.
01 April 2011 Jam 04.00
Saya masih dalam perjalanan ke Malang, tiba tiba saya dapat sms dari istri kalau kondisinya sudah bukaan 2. Masih sekitar 4 Jam untuk sampai ditujuan, kegelisahan selama perjalanan hanya bisa saya eliminir dengan doa. Rasa bahagia bercampur was was selama dalam perjalanan, apapun yang aku lakukan ternyata tidak bisa menghilangkan rasa kwatirku.
01 April Jam 09.00
Sampai dikota tujuan saya langsung menuju rumah sakit dimana istri saya sudah menunggu dan pada saat itu masih bukaan 4, istri saya sudah mulai gelisah juga merintih kesakitan. Hanya dengan melihat saja saya serasa turut merasakan kegundahan dan kesakitan yang istri rasakan pada saat itu. RS hanya bisa menyarankan untuk bersabar karena proses untuk bukaan sempurna memang butuh waktu yang lama, tidak tega melihat istri menahan kesakitan saya sempat sarankan untuk dicesar saja, tetapi istri saya tetap pada pendiriannya apapun yang terjadi dia ingin proses kelahiran dengan normal. Saya yakin istri tahu resiko yang akan dia hadapi untuk melalui proses kelahiran normal tetapi rasa cinta dia pada buah hati kami lebih besar dari rasa takut dan resiko yang akan dia hadapi.
01 April Jam 12.20
Setelah dicek sama suster ternyata kondisi istri sudah bukaan 10 dan istri saya dipindahkan dari ruang tunggu ke kamar bersalinan, dengan rasa was was juga saya dengan setia mendampingi istri dan berusaha memberikan dia semangat dan siap siap untuk memberikan keputusan secepat mungkin dalam kondisi terburuk sekalipun. Melihat perawat menyiapkan semua peralatan menambah ketagangan bathin, rasanya waktu ingin cepat berlalu dan ingin secepatnya mendengar tangisan pertama buah hati kami. Selama ini saya hanya membayangkan bagaimana proses kelahiran normal yang menegangkan tetapi saat itu saya menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan. Hidup mati menjadi pertaruhan dan selama setengah jam istri mengikuti instruksi dokter dan perawat dan belum ada tanda tanda anak kami akan keluar. Suasana makin tegang saat dokter mengatakan kepala bayi beberapa kali keluar masuk dijalan lahir sementara istri sudah kehabisan tenaga sampai akhirnya harus dibantu dengan infus supaya istri punya tenaga melakukan instruksi yang diberikan dokter. Berkali kali saya menyemangati istri dan berusaha membersihkan keringatnya dan ketakutan semakin menjadi disaat sayup sayup terdengar suara ibu mertua memanjatkan doa dan disaat itu saya kembali membisikkan istri gimana kalau cesar saja tetapi istri tetap pada pendiriannya untuk melahirkan normal, detak jantung saya semakin gak menentu melihat istri yang semakin melemah tetapi rasa cinta dia yang besar sama buah hati kami memacu saya untuk terus menyemangatinya.
01 April 2011 Jam 13.20
Akhirnya setelah satu jam perjuangan, buah hati kami hadir didunia dan tangisan pertama dia menghilangkan semua ketegangan dalam ruangan. Beribu ucapan syukur rasanya tidak cukup melihat karya-Nya yang ajaib. Betapa tidak adri lahir diluar dugaan kami. Hasil USG terakhir janin istri saya beratnya 3.4 Kg dan panjangnya 50 Cm, ternyata adri lahir dengan berat 4,3 Kg dan panjang 55 Cm. Sungguh ajaib dan tidak heran kenapa adri begitu susah keluar di jalan lahir. Dokter pun berkomentar “sungguh ajaib” bayi seberat 4.3 Kg dan panjang 55 cm bisa lahir normal karena menurut pengalaman medis bayi dengan berat di atas 4 kg biasanya lahir dengan cesar. Melihat dengan mata kepala sendiri perjuangan seorang ibu melahirkan membuatku merasa berdosa karena selama ini saya kurang perhatian dan kurang menghargai seorang ibu yang sudah melahirkan saya dengan pertarungan nyawa bahkan membesarkan saya sampai boleh ada saat ini. Rasa salutku sama wanita semakin bertambah, karena dimata saya wanita merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang kuat perkasa dan demi cintanya rela mempertaruhkan nyawanya. Rasa cintaku sama istri semakin bertambah tambah melihat perjuangannya mempertaruhkan nyawa demi adriel. Semoga suatu saat kelak adriel bisa menghargai perjuangan ibunya, bukan untuk minta balas jasa tetapi saya berharap adriel tahu betapa kami orang tuanya sangat mencintainya dan memang adriel layak menerima segala pengorbanan kami karena adriel adalah buah cinta kami. Terima kasih banyak buat orang yang sudah menciptakan lagu : “kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia” 
Selamat datang didunia anakku tersayang Adriel Galeno Parningotan Sihombing. Ayah dan ibu sudah menyiapkan nama Adriel Galeno buat kamu yang artinya Pengikut Tuhan Yang diberkati dan opungmu memberikan tambahan nama yang indah “Parningotan” buat kamu yang artinya kamu sebagai peringatan yang indah buat semua orang orang yang mencintaimu dan Sihombing wajib ditambahkan dibelakang namamu nak karena ayahmu adalah sihombing dan kamu wajib mewariskan silsilah itu didalam hidupmu, berbahagia dan diberkatilah engkau selalu dan menjadi peringatan yang indah buat semua orang orang yang mengasihimu sebagaimana layaknya arti nama yang sudah kami berikan padamu.